Sabtu, 18 Juni 2016

Curcuma Zedoaria Rhizom

Nama tanaman
Nama latin          : Curcuma zedoaria
Di Indonesia disebut temu putih, kunyit putih.
Nama daerah     : koneng tegal (Sunda), temu pepet (jawa)
Sinonim : Curcuma paliida Lour (Heyne, 1987)
Nama asing  : White Tumeric (Inggris), 
Kencur atau Ambhalad (India), dan 
cedoaria (Spanyol ), Er-chu (China).




Klasifikasi Tanaman
Divisio                  : Spermatophyta
Subdivisio             : Angiospermae
Kelas                     : Monocotyledonae
Bangsa                  : Zingiberales
Suku                      : Zingiberaceae
Marga                    : Curcuma
Jenis                      : Curcuma zedoaria(Berg.) Rosc. (Backer and Van den Brink, 1968).

Morfologi tanaman
Tumbuhan ini berupa terna tahunan, tinggi mencapai 2 m,  tumbuh tidak berkelompok. Daun berbentuk lanset memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya. Bunga keluar dari rimpang samping, menjulang ke atas  membentuk bongkol bunga yang besar.  Mahkota bunga berwarna putih, dengan tepi bergaris  merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau kuning muda, rasa sangat pahit (Windono dkk, 2002).
Habitat dan penyebaran Curcuma zedoaria (Rosc), Menurut Hong, Kim, Lee,  tumbuhan ini berasal dari Himalaya, India, dan terutama tersebar di negara negara Asia  meliputi China, Vietnam, dan Jepang. Curcuma zedoaria  (Rosc) tumbuh liar di Sumatra (Gunung Dempo),  di hutan jati JawaTimur, banyak dijumpai di  Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian sampai 1000 dpl (Windono dkk, 2002). 
Kandungan kimia dan manfaat secara tradisioal digunakan sebagai antimikroba dan antifungal (Witson et al., 2005).  Shiobara et al. (1985)  mengidentifikasi senyawa cyclopropanosesquiterpene,  curcumenone dan 2spirolactones, curcumanolide A  dan curcumanolide B. Pada shoots muda dari  C. zedoaria mengandung (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada  biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids.
Di negara Brazil, di gunakan sebagai obat penurun panas.  Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa yang  bertanggung jawab yaitu curcumenol (Navvaro et al., 2002). 

Kandungan kimia rimpang Curcuma zedoaria Rosc terdiri dari : kurkuminoid (diarilheptanoid), minyak atsiri,  polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang  telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin,  bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on (Windono dkk, 2002).
Minyak atsiri berupa cairan kental kuning emas  mengandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen  terdiri dari : monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen),  monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton  (D-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen  pada Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan  dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri  dari : golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman,  guaian dan golongan spironolakton. 
Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat (Windono dkk, 2002). Singh et al   (2002) melaporkan kandungan  minyak atsiri pada Curcuma zedoaria berupa  1,8 cineol (18.5%), cymene (18.42%), -phellandrene (14.9%). 
Golongan seskuiterpen yaitu -Turmerone dan arturmeron  yang diisolasi dari rhizoma Curcuma zedoaria menghambat  produksi prostaglandin E2 terinduksi lipopolisakarida (LPS)  pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola tergantung dosis. Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan  produksi nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (Hong et al., 2002). Aktivitas antioksidan Senyawa yang beraksi sebagai antioksidan kemungkinan adalah 5-isopropylidene-3,8-dimethyl-1(5H)-azulenone (Mau et al., 2003).

Penelitian Antikanker
Pada pengobatan Cina, Curcuma zedoaria telah digunakan pada treatment kanker serviks.           Ekstrak air dari C. zedoaria menunjukkan aktivitas antimutagenik terhadap mutasi yang diinduksi  benzoapyrene pada Salmonella/microsomal system (Lee and Hin, 1988).
Polisakarida dan protein-terikat polisakarida C. zedoaria menunjukkan penghambatan  pada sarcoma-180 dan Echrlich ascites tumor pada tikus,  secara berurutan (Mon et al, 1985).
Lebih lanjut, 2 derivat  seskuiterpen (curcumol dan curdione) dari C. zedoaria  menujukkan sitotoksik terhadap sarcoma-37, Echrlich  ascites tumor, dan cervical carcinoma-U14 pada tikus.
Fraksi polisakarida, CZ-1-III menurunkan ukuran tumor  pada tikus dan mencegah mutasi kromosomal (Kim et al., 2000).                                                                                   
Ekstrak etanol rimpang Curcuma zedoaria menunjukkan  aktivitas menghambat sel-sel OVCAR-3 (Cell-line  kanker ovarium manusia). Isolasi yang dipantau dengan  bioaktivitas hambatan terhadap sel OVSCAR-3 menghasilkan senyawa aktif demetoksi kurkumin (Syu et al., 1998).  Ekstrak etanol 70% turmeric memperlihatkan penghambatan  pada sel normal dan bersifat sitotoksis pada sel lymphoma  pada konsentrasi 0,4 mg/ml. Ekstrak etanol turmeric juga  menunjukkan penghambatan fase mitosis pada sel mamalia  secara in vitro dengan menghambat pembentukan  kromosom (Mills and Bone, 2000).
Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) telah lama dikenal luas oleh  masyarakat dalam khasiatnya sebagai anti-kanker dan tumor yang efektif.
Selain untuk penyembuhan dan pencegahan kanker, Kunyit Putih  juga efektif mengatasi berbagai masalah kewanitaan seperti keputihan dan nyeri Haid.
Manfaat Kunyit Putih banyak sekali, penelitian sudah dilakukan  diluar dan di dalam negeri dengan uji farmakologi, toksikologi  pada binatang hingga uji klinis manfaat ekstrak Kunyit Putih               untuk terapi kanker. Di Jawa, Kunyit Putih biasanya digunakan untuk penurun  demam dan peluruh keringat, sedangkan di Dayak untuk  mengobati batuk darah dan keracunan makanan.  Untuk wanita yang sedang menjalani masa nifas,  Kunyit Putih berperan sebagai pembersih.
Kunyit Putih juga bisa dikunyah sebagai pengurang bau nafas.  Rebusannya bisa mengobati sakit gigi, pencernaan dan masuk  angin. Untuk pengobatan penyakit kanker dan tumor. Dari hasil penelitian Chan Minyi bersama rekan-rekannya dalam bukunya Anti Cancer Medical Herbs,  Curcuma Zedoaria mempunyai efektifitas tinggi untuk mengatasi kanker & tumor. Mengenai kandungan aktif dalam Kunyit Putih, hasil penelitian  American Institute Cancer Report (New York Time) 1 Juni 1999  dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi ataupun PAU Bioteknologi  serta PPO UGM Yogyakarta menyatakan bahwa Kunyit Putih mengandung :

  •   RIP (Ribosome Inacting Protein) : Berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker,  merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya,  memblokir pertumbuhan sel kanker.
  •         Zat Antioksidan :Untuk mencegah kerusakan gen.
  •        Zat Anti-curcumin: Sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan).

Dengan kandungan aktif yang dimilikinya, Kunyit Putih dapat menyembuhkan Kanker dan Tumor, Maag, Ambeien, Radang tenggorokan, Radang hati, Bronkhitis, Amandel, Nyeri haid, Keputihan, Jerawat, Bisul, Diabetes, dan Asma, Darah tinggi, Stroke, Sakit Jantung,  dan Asam urat. 
PRODUK : HERBATHUS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar